Polres Trenggalek – Menindaklanjuti insiden guguran batu yang kembali terjadi di jalan nasional Trenggalek-Ponorogo tepatnya di KM 16 masuk desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, jajaran Polres Trenggalek merespon cepat dengan memasang spanduk peringatan dan imbauan. Sabtu, (23/5).
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasatlantas AKP Sony Suhartanto, S.H., M.H. menuturkan kondisi tanah yang masih labil dinilai masih cukup membahayakan bagi pengguna jalan terutama saat kondisi hujan.
“Iya betul. Jadi kemarin terjadi guguran material berupa batu di KM 16 sehingga sempat di tutup total untuk menghindari jatuhnya korban. Oleh sebab itu, sebagai salah satu upaya pencegahan kita pasang spanduk agar pengguna jalan bisa lebih berhati-hati.” Ungkapnya.
Pihaknya menerangkan, sedikitnya 4 buah spanduk imbauan dan peringatan bertuliskan `Jalur Rawan Longsor, Hati-hati Berkendara` dipasang pada titik sebelum dan sesudah lokasi longsoran sehingga mudah dibaca bagi pengguna jalan yang akan melintas.
Hal ini sangat berguna khususnya bagi pengendara luar kota yang tidak terbiasa melintas pada jalur penghubung utama Trenggalek-Ponorogo tersebut. Disamping itu, keberadaan spanduk tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan lainnya.
Tak berhenti disitu lanjut AKP Sony, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pembersihan, penanganan dan perbaikan terutama material batu yang masih menggantung dan berpotensi jatuh.
Pihaknya juga menempatkan personel di lokasi untuk memantau dan membantu pengaturan lalu lintas, mencegah penumpukan kendaraan serta mensosialisasikan setiap perkembangan secara online (real time) melalui media sosial.
“Saat ini masih diberlakukan sistem buka tutup. Namun jika kondisi kontijensi, hujan deras ataupun terjadi longsor susulan kita akan tutup total kembali.” Pungkasnya.
