Membanggakan, Bhabinkamtibmas Desa Nglebo Terima Penghargaan BNNK Trenggalek

oleh

Polres Trenggalek – Salah satu Bhabinkamtibmas Polres Trenggalek diganjar penghargaan oleh BNN Kabupaten Trenggalek. Penghargaan ini diberikan bersama tiga pilar lainnya dan diserahkan langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Trenggalek AKBP Wiji Rahayu, S.H.

Adalah Brigadir Muhammad Saiful Bakhtiar anggota Polsek Suruh yang juga menjabat sebagai Bhabinkamtibmas, Babinsa Serda Pebri DP dan kepala desa Nglebo Suprianto, diberikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi aktifnya pada kegiatan intervensi berbasis masyarakat (IBM) yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kapolsek Suruh Iptu Sujarwo, S.H. menegaskan, selama ini Bintara Polri yang kerap dipanggil Bakhtiar ini memang dikenal cukup aktif dalam menyelesaikan setiap masalah di desa binaannya. Tak terkecuali soal narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Sebagai pimpinan di Polsek Suruh, penghargaan ini tentunya sangat membanggakan dan patut diapresiasi.” Tegasnya.

Pihaknya menuturkan, Narkoba merupakan kejahatan luar biasa atau Extra Ordinary Crime yang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Terlebih oleh Bhabinkamtibmas yang notabene adalah miniatur Polri di tingkat desa dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan Kamtibmas di tingkat desa.

“Dedikasi dan integritas yang telah ditunjukkan oleh Brigadir Bakhtiar hendaknya bisa menjadi inspirasi dan pelecut semangat bagi Bhabinkamtibmas maupun anggota yang lain untuk meningkatkan kinerjanya, lebih dekat lagi dengan masyarakat dan bisa memberikan solusi terbaik.” Ujarnya.

Sementara itu, Brigadir Bahtiar mengungkapkan, dalam kegiatan sambang desa, pihaknya selalu menekankan tentang larangan dan bahaya Narkoba kepada masyarakat luas, khususnya kalangan pemuda dan pelajar sekolah.

Hal ini bukan tanpa sebab, mengingat peredaran Narkoba saat ini diketahui sudah mulai masuk sampai ke pelosok desa yang tentunya dapat merusak dan sangat membahayakan masa depan generasi muda.

“Tiga pilar desa Nglebo pernah melakukan pendampingan terhadap warga yang mengalami ketergantungan obat keras dan berdampak kurang bagus, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.” Terangnya.

Pihaknya bersama tiga pilar kemudian melakukan koordinasi dan konsultasi dengan BNN Kabupaten Trenggalek hingga diputuskan untuk melakukan rehabilitasi selama beberapa bulan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Alhamdulillah berangsur-angsur sembuh dan saat ini sudah tidak mengalami ketergantungan obat keras lagi.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.