Sinergitas Bhabinkamtibmas Pule Dengan Unsur Tiga Pilar Sambangi Warganya

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – ” Pemerintah mulai mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor pada musim penghujan tahun ini. Untuk itu, kemarin telah dilaksanakanya pertemuan antar stakeholder mengenai antisipasi bencana banjir dan tanah longsor yang dilaksanakan di pendopo kecamatan Pule yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah di Pule, ” Kata Bhabinktibmas Polsek Pule Polres Trenggalek desa Pule didampingi Kades Marni, Selasa (5/12). Pada waktu berkunjung kerumah warganya, dusun tirisan, desa Pule.

 

 

Warga Pule yang berdomisili dekat daerah gunung limo, tirisan, desa Pule ini. Diajak oleh unsur tiga pilar termasuk Bhabinkamtibmas Polsek Pule Polres Trenggalek untuk lebih memperhatikan lingkunganya, yang termasuk wilayah dekat dengan kawasan hutan. Setiap munculnya kejadian bencana banjir dan longsor tentunya ada penyebabnya, salah satunya adanya penebangan kayu pada wilayah hutan yang mengakibatkan penyerapan air tidak seharusnya. Yang akhirnya menyebabkan tanah menjadi bergerak karena tidak adanya akar sebagi penahan gerakan tanah.

 

 

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan dan lereng tentu sangat mengantisipasi bencana tanah longsor. Tanah longsor biasanya akan terjadi setelah hujan deras. Akibat lereng yang curam, tanah tidak bisa menahan beban air sehingga akan mengakibatkan longsoran tanah dan akan menimpa masayrakat yang tinggal di daerah tersebut. faktor alam dan juga topologi daerah setempat menjadi pemicu terjadinya bencana longsor. Bencana ini terjadi akibat adanya gerakan massa tanah, bisa akibat curah hujan dan bisa juga karena memang tekstur tanah tersebut memang gembur sehingga tidak bisa menahan beban terlalu banyak.

 

 

Saat ini semakin banyaknya penebangan pohon yang tidak terkendalai dan juga alih fungsi lahan semakin meningkatkan ancaman bencana tanah longsor. Sehingga pencegahan tanah longsor penting dilakukan. Pencegahan bisa dilakukan dengan tanaman pelindung. Fungsi tanaman pelindung dalam konservasi lahan adalah untuk merembeskan air ke lapisan tanah yang lebih dalam dari lapisan kedap air (bidang luncur) karena tanaman pelindung yang dipilih memiliki akar tunjang dan perakarannya berfungsi untuk menyangga partikel tanah sehingga akan mengurangi erosi pada permukaan tanah.

 

 


Sumber : Polres Trenggalek