Mari Mawas Diri, Bijak Dalam Menanggapi Berita di Internet

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Bhabinkamtibmas Desa Karangrejo Polsek Kampak Polres Trenggalek Aiptu Sumani melaksanakan sambang dan bertemu dengan para ibu ibu diwarung sambil menyampaikan himbauan kamtibmas agar berhati hati dalam menanggapi berita di internet, Senin (04/12/2017).

Seperti telah diketahui bersama bahwa UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) Nomor 11 Tahun 2008 yang telah direvisi Sejak Tanggal 27 Oktober 2016 dan mulai berlaku. Mengharuskan semua pengguna dan pembaca berita di internet baik media sosial maupun situs agar lebih bijak dan berhati-hati agar tidak sampai terjerat kasus yang bisa menyeret kedalam jeruji besi.

Aiptu Sumani Bhabinkamtibmas desa Karangrejo Polsek Kampak Polres Trenggalek menjelaskan bahwa perlu diketahui bahwa apa saja yang tersebar berupa berita di internet maupun isu lainnya tidaklah semuanya seperti kenyataan, ada yang sudah dimodifikasi baik dari segi bahasa maupun maknanya. Maka dari itu sangat perlu sekali bagi kita semua untuk lebih berhati – hati sebelum membagikan isi berita maupun postingan di media sosial, jika salah melangkah bisa jadi itu akan menjadi awal dari kita berhadapan dengan hukum.

“Tidak dilarang untuk membacanya dan mengetahui isi berita tersebut, namun setelah membaca dan ada rasa ingin membagikan informasi tersebut, Tahanlah dulu lalu berusahalah untuk terlebih dahulu mencari sumber lain demi mengecek kebenaran berita tersebut ya ibu ibu sekalian” ujar Aiptu Sumani Bhabinkamtibmas desa Karangrejo Polsek Kampak Polres Trenggalek.

Andaikan berita tersebut memang benar adanya sesuai kenyataan yang terjadi, selanjutnya kita pikirkan lagi, apakah ada manfaat dari berita tersebut jika dibagikan kembali Andaikan bisa menahan diri jika berita tersebut tidak ada manfaatnya walaupun benar adanya, berusahalah untuk tidak menyebarkannya. Sudah banyak fakta terjadi ada beberapa orang terjerat ke meja hijau dan harus berakhir di jeruji besi hanya karena sebuah status di media sosial, banyak bukti dari korban menyebarkan informasi palsu harus membayar denda karena telah merusak nama baik orang lain, padahal hanya dilakukan dalam beberapa saat dengan ketikan sedikit jemari.

Marilah belajar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi baik berita dan status yang beredar di internet, apalagi jika informasi tersebut berkaitan dengan isu SARA atau hal lain yang sangat besar pengaruhnya bagi emosi orang karena adanya unsur pencemaran dan melecehkan.


Sumber : Polres Trenggalek