Ini yang Dilakukan Kapolres Trenggalek Saat Meninjau Proyek Pembangunan Bendungan Nglinggis Kecamatan Tugu

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Proyek bendungan Nglinggis Kecamatan Tugu merupakan salah satu dari sekian banyak bendungan yang dibangun di era kepemimpinan presiden Jokowi. Prioritas pembangunan bendungan Nglinggis diharapkan mampu mengatasi permasalahan persediaan air dan mendukung pengembangan daerah irigasi yang dialirkan di wilayah kecamatan yang ada di Trenggalek dan sekitarnya. Selain itu tujuan pembangunan bendungan tersebut juga sebagai pengendali banjir, lokasi pariwisata dan pembangunan pembangkit listrik tenaga air.

Melihat nilai strategis dari proyek berskala nasional bagi masyarakat,  Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman, S.I.K., M.Si didampingi Kasat Intelkam AKP Katimun dan Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto, S.H., M.H, meninjau langsung lokasi pembangunan bendungan. Rabu (09/08).

Kunjungan tersebut untuk mengecek sejauh mana perkembangan pembangunan bendungan yang terletak di wilayah perbatasan Trenggalek-Ponorogo dan menelan dana ± Rp 700 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2013 dan membutuhkan lahan sedikitnya 104 hektar itu.

“Tujuan pembangunan bendungan ini tak lain adalah untuk kesejahteraan masyarakat. oleh karenanya harus didukung oleh semua pihak. Kalaupun ada permasalahan harus dicari jalan keluar yang bisa diterima semua pihak tanpa mengorbankan kepentingan yang lebih besar” ujar AKBP Donny.

Di lokasi yang sama, Kapolres Trenggalek juga sempat meninjau lokasi pos pengamanan Polri yang ditempatkan di areal proyek, lokasi peledakan maupun gudang penyimpanan bahan peledak, lokasi utama pelaksanaan konstruksi bendungan dan kantor sementara PT. WIKA yang bertempat di Dsn Pakel Ds. Pucanganak Kecamatan Tugu.

AKBP Donny menambahkan, khusus untuk keberadaan handak komersial, pihaknya menurunkan personel setiap hari selama 1X24 jam penuh untuk menjaga dan mengamankan gudang. Setiap orang yang masuk area diminta menunjukkan identitas dan dibawah pengawasan petugas.

“Khusus handak, kewenangan memang berada di tangan kami. Setiap handak yang digunakan di cek dan diperiksa satu persatu. Petugas harus jeli dan cermat mengawasinya. Tidak boleh sembarangan. Juru ledakpun harus memiliki sertifikat khusus.” Tegasnya

Mega proyek bendungan Nglinggis itu sendiri sudah dimulai sejak tahun 2013 dan menurut rencana akan selesai dan dapat dioperasionalkan pada tahun 2018. Saat berdialog dengan Humas PT. WIKA, Kapolres pun menerima penjelasan mengenai progres, kendala dan hambatan dalam pembangunan bendungan tersebut.


Sumber : Polres Trenggalek