Upaya Kontra Dengan Rencana Pembubaran Ormas di Wilayah Pule Dimungkinkan Nihil

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Rabu (19/7),  Kanit Intelkam Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Yanik, mendatangi tokoh agama yang ada hubungannya dengan Organisasi Massa yang tergabung dalam organisasi Muhammadiyah, dalam mengklarifikasi ada dan tidaknya anggota massa dari Muhammadiyah, yang dikirim pada rencana Aksi Akbar (19/7) di depan gedung DPR/MPR RI Jalan Senayan, Jakarta.

“Terkait yang berkembang melalui media massa untuk melakukan demonstrasi dalam mencegah pembubaran Ormas yang tidak sesuai dengan aturan hukum, yang ada di Indonesia menjadi dasar negara adalah Pancasila dan aturan hukumnya ada pada UUD 1945. Dari wilayah Pule tidak ada yang diberangkatkan terkait kegiatan demo,” Penjelasan yang disampaikan H. Mardidi tokoh Muhammadiyah Pule.

Untuk diketahui, Ormas adalah tempat berkumpul dan wadah aspirasi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan aktifitas kemasyarakatan dan melaksanakan musyawarah mufakat dalam beragam hal, selama tidak berbenturan dengan Peraturan dan Perundang – Undangan maka proses pelaksanaan musyawarah mufakat dalam Organisasi Kemasyarakatan masih dianggap wajar dan layak untuk dilakukan.

Mengingat adanya kelompok yang beranggapan, hal yang sangat tak wajar apabila penguasa dengan kekuasaannya menerbitkan hukum tanpa melalui mekanisme Musyawarah Mufakat atau jejak pendapat kepada masyarakat dan berkoordinasi perumusan dengan pakar hukum dan lembaga hukum terkait serta lembaga lainnya yang bertugas sebagai  penyelenggara negara. Mengingat Presiden bukanlah Jabatan Pembuat ataupun Penegak Hukum, terlebih ada proses intervensi hukuman yang terdapat didalam aturan yang dibuat olehnya.

Dari munculnya berbagai pendapat yang mengarah pada, rasa tidak sepantasnya keberadaan ormas dilarang. Mengikutsertakan kepolisian diwilayah untuk memantau perkembangan situasi, seperti juga yang dilaksanakan jajaran unit berlambangkan Krisna di Polsek Pule Polres Trenggalek.


Sumber : Polres Trenggalek