Dampak Salah Satu peternak Ayam di Desa Jombok Berakibat Pada Lingkungan

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Beternak ayam sebagai usaha wiraswasta yang menjanjikan pada musim sekarang, berdampak dengan munculnya para peternak ayam, seperti halnya di Desa Jombok. Salah satu peternak ayam adalah Sunardi warga Dusun Bakalan Desa Jombok yang pada akhir-akhir ini banyak dari warga dilingkunganya merasa resah dengan adanya pencemaran limbah ternaknya. Menyikapi kejadian itu Bhabinkamtibmas Jombok Polsek Pule Polres Trenggalek bersama tiga pilar desa untuk turut menyelesaikan permasalahan warga Jombok, Minggu (18/7).

Dalam memecahkan permasalahan yang ada, dilaksanakanya musyawarah dirumah kepala Dusun Bakalan, Nurrohman. Dengan dihadiri semua pihak yang terkait dalam sengketa permasalahan dampak ternak ayam Sunardi, hadir dalam musyawarah Ketua Tukiman, Babinsa Serka Edy Setyo dan 9 perwakilan dari warga Dusun Bakalan desa Jombok.

“Kita menanyakan terkait dengan usaha ternak yang dilakukan Sunardi apakah sudah memiliki Analisa Dampak Lingkungan Hidup (Andal) secara sah dari instansi yang berwenang, dengan kejadian yang dirasakan sebagian warga Dusun Bakalan, ” Pertanyaan yang disampaikan dari perwakilan warga dalam musyawarah.

Akibat dari limbah kandang ternak yang ayam potong milik usahanya Sunardi yang juga warga Dusun Bakalan, sudah mencemari sekitar lingkungan dengan berdampak ke sumber air, sumur dan sawah. Beberapa dampak seperti ini yang menjadikan warga untuk mencari solusi terbaik, dengan mengikut sertakan aparat pemerintahan Desa Jombok beserta tiga pilar dalam problem solving.

Informasi dan data yang berhasil diterima, Sunardi pemilik ayam menjelaskan tentang kronologis berdirinya peternakan ayam yang dilaksanakanya. Dia menyadari mengenai izin usaha dan Andalnya tidak sepengetahuan Muspika dan Desa. Apalagi terkait dengan ijin dan Andal dari Dinas Perternakan Kabupaten Trenggalek.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, kepada warga Dusun Bakalan dengan permasalahan yang ada saat ini. Saya menyadari kurang dalam memperhitungkan kemana pembuangan limbah yang dihasilkan dari kandang ayam dengan tanpa mengganggu kehidupan warga sekitar,” Kata Sunardi dalam musyawarah.

Dalam kesepakatan yang diperoleh melalui musyawarah, pemilik kandang ayam akan memperhitungkan masalah limbah yang dihasilkan. Dan kesanggupan untuk membuatkan saluran limbah dari kandang ayam, dalam mengurangi dampak yang dirasakan oleh warga Dusun Bakalan Jombok seperti sekarang ini.

“Mohon saudara Sunardi sebagai pemilik ayam agar direspon keluhan masyarakat terutama mengenai sumber air dan dampak limbah yang sudah meresahkan masyarakat lingkungan sekitar,” Kata Bhabinkamtibmas Jombok Polsek Pule Polres Trenggalek Bripka Sarwanto.

Ketua Rt Dusun Bakalan Tukimin,  menanggapi terkait dengan akses jalan, lingkungan warga pernah menutup dengan dipatoknya jalan dengan alasan agar tidak rusak, tetapi sudah saya ingatkan agar dimusyawarahkan dengan tokoh masyarakat, jangan memgambil keputusan sendiri. Yang berarti telah meninggalkan aturan yang ada di Desa Jombok, agar  permasalahan diselesaikan secara musyawarah tidak anarkis.


Sumber : Polres Trenggalek