Aiptu Mukani Kanit Sabhara Polsek Pule Hadiri Halal bi Halal di KPN Sadar Pule

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Kegiatan dalam nuansa Islam masih berlanjut sampai hari ini, Salasa (18/7). Acara yang dilaksanakan dari instansi samping Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) unit Kecamatan Pule melaksanakan kegiatan halal bi halal yang mengundang unsur Muspika Kecamatan Pule, dari Polsek Pule Polres Trenggalek yang menghadiri kegiatan Aiptu Mukani.

Undangan dari Polsek Pule yang dihadiri Kanit Turjawali Aiptu Mukani, menindak lanjuti perintah dari Waka Polsek Pule  Ipda Sanusi,SH. Perintah dalam mewakili Kapolsek Pule Iptu Suraji,SH,MH yang tidak bisa hadir langsung dikarenakan tugas yang lain, bersamaan dengan kegiatan Video Conference Kapolsek jajaran di Polres Trenggalek. Acara Vidcon Kapolsek Pule yang dilaksanakan dalam menerima arahan dari Mabes Polri yang langsung disampaikan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian.

Mengingat adanya agenda kegiatan yang ada di wilayah Pule, yang mana selain kegiatan halal bi halal di KPN Sadar Pule. Juga masih adanya kegiatan pelantikan Pjs Kades Desa Jombok, Waka Polsek membagi tugas dalam perlunya kehadiran Polisi pada kegiatan masyarakat. Memerintahkan Kanit Patroli Polsek untuk hadir, setelah kegiatan apel pagi dimako Polsek Pule.

“Kegiatan halal bi halal yang dilaksanakan di gedung serbaguna KPN Sadar Pule, yang dihadiri dari PNS dan karyawan honorer berjalan aman dan lancar, dalam kegiatan yang dilaksanakan jumlah undangan yang hadir sebayak 504 undangan, ” Kata Aiptu Mukani saat dikonfirmasi di Mako Polsek Pule Polres Trenggalek setelah selesai kegiatan.

Menurut sumber yang diterima, tradisi halal bi halal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I (lahir 8 Apri 1725), yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah shalat Idul Fitri diadakan pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana.

Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh organisasi-organisasi Islam dengan istilah halal bi halal. Kemudian instansi-instansi pemerintah, swasta juga mengadakan halal bi halal, yang pesertanya meliputi warga masyarakat dari berbagai pemeluk agama.


Sumber : Polres Trenggalek