Rapat Koordinasi Tiga Pilar Tentang Penataan PKL Lapangan Karangan

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Dalam rangka penataan pedagang kaki lima (PKL) yang ada disekitar lapangan Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Muspika Karangan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak yang terkait, Senin (17/07).

Rapat koordinasi bertujuan untuk penataan PKL yang berada di sekitar lapangan Karangan, hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Kepala Bidang Aset Kabupaten Trenggalek Asih Zaenab, Camat Karangan Solikhin, Wakapolsek Karangan Iptu Mujiono, S.H mewakili Kapolsek, Serma Sutriman mewakili Danramil Karangan, Kasitrantip POL PP Karangan serta Kepala Desa Karangan Tri Rohadi dengan perwakilan paguyupan pedagang kaki lima Lapangan Karangan.

“Rapat koordinasi ini bertujuan untuk melakukan penataan kembali para pedagang kaki lima khususnya pedagang yang menempati di area sekitar lapangan Kecamatan Karangan dengan maksud agar terlihat indah, bersih, terartur, dan tertata rapi dan tidak merusak pohon yang ada di sekitar lapangan,” ajak Solikhin selaku Camat Karangan.

Sedangkan dari Kepala Bidang Aset Daerah Kabupaten Trenggalek, Asih Zaenab menyampaikan paguyupan yang menempati di area sekitar lapangan tersebut wajib menjaga kebersihan lingkungan dan keindahan lapangan jangan sampai terlihat semrawut.

Dan selanjutnya juga memberikan arahan akan ada penarikan retribusi yang disesuaikan dengan Perda. Selanjutnya apabila pihak kecamatan akan menggunakan lapangan untuk kegiatan terkait dengan hari besar nasional para pedagang tidak di izinkan berjualan di area lapangan karena mengganggu kegiatan yang sifatnya nasional dan akan diadakan perjanjian dengan pihak Pemda terkait retribusinya.

Untuk selanjutnya sepenuhnya diserahkan kepada pihak kecamatan. Sambutan Kades Karangan mempersilahkan kepada para pedagang untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pedagang lain terkait retribusi yang disepakati, lalu hasilnya di ajukan kepada pihak Pemda Trenggalek melalui Camat Karangan.

Kemudian dari perwakilan pedagang siap untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pedagang yang lain yang saat itu masih diwakili oleh sekitar 25 orang pedagang PKL.


Sumber : Polres Trenggalek