Polsek Gandusari Gelar Musyawarah Antar Perguruan Silat

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Kapolsek Gandusari Polres Trenggalek AKP Rohadi S.H, bersama muspika Gandusari telah menyelenggarakan dan melaksanakan musyawarah antar ketua perguruan silat terkait rencana pendirian monumen perguruan silat, kegiatan musyawarah tersebut bertempat di aula Polsek Gandusari, Polres Trenggalek, jum’at (14/07/2017).

Hadir dalam acara tersebut adalah sebagai berikut Muspika Gandusari, kasi trantib Kecamatan Gandusari, ketua ranting PSHT Gandusari saudara Samsul Huda, ketua ranting Pagar Nusa Gandusari saudara Amin Tohari, ketua ranting IKS Gandusari saudara Ringga.

Sambutan Kapolsek pada intinya ucapan salam dan penghormatan, setiap ada kegiatan dari perguruan silat Polri siap mengamankan dan terkait rencana pembangunan tugu/monumen perguruan Silat agar saling berkoordinasi dan saling menjaga agar mewaspadai pihak yang sengaja ingin mengadu domba antar perguruan silat dengan cara merusak monumen, serta para ketua perguruan silat di harapkan bisa memberikan arahan dan bimbingan kepada para juniornya.

Sambutan Danramil Gandusari pada intinya ucapan salam dan penghormatan, mengajak pada para ketua perguruan silat ikut membantu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Gandusari dengan adanya perguruan silat seharusnya suatu wilayah lebih aman, jangan malah menimbulkan permasalahan, dan terkait rencana pembuatan monumen agar di lihat dari beberapa aspek, tidak boleh memaksakan kehendak pada event event tertentu yang mengerahkan massa agar di tunjukan kedewasaan, berharap para ketua perguruan bisa menjadi panutan para juniornya.

Sambutan Camat Gandusari pada intinya sebagai berikut berdasar fenomena di masyarakat dengan adanya perguruan silat ada 3 pendapat masyarakat yaitu ada yang setuju, ada yang tidak setuju dan ada yang acuh, setiap perguruan pasti punya konsep tersendiri dengan tujuan mempopulerkan kelompoknya terkait pendirian monumen di pihak yang mendirikan pasti menjadi kebanggaan, tetapi bagi yang kontra akan menimbulkan rasa kekawatiran padahal di harapkan dengan adanya perguruan silat bisa menjadi kekuatan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang lebih aman di suatu wilayah.

Selesai acara sambutan sambutan dilanjutkan dengan acara dengar pendapat dari para ketua perguruan silat yang pertama pendapat dari ketua IKS karena Pagar Nusa dan PSHT sudah membangun monumen, maka IKS juga akan membangun.

Yang kedua pendapat dari ketua PSHT pendirian monumen merupakan permintaan anggota perguruan, dan apabila tidak di turuti akan protes.

Yang ketiga pendapat dari ketua pagar nusa sebagai berikut rencana pendirian monumen sudah ijin kepada Pemerintah Desa setempat dan siap membuat kesepakatan antar perguruan untuk mendirikan monumen.

Kesimpulanya masing masing perguruan silat di wilayah Gandusari sepakat membuat monumen masing masing satu buah dan tidak mengganggu kepentingan umum dan sepakat akan saling menjaga keamanan monumen.

Kapolsek Gandusari Polres Trenggalek AKP Rohadi S.H, menegaskan “diselenggarakanya kegiatan musyawarah antar perguruan silat ini dimaksudkan untuk diambil kesepakatanya antar perguruan silat dalam rangka akan mendirikan munumen simbul perguruan silat masing masing, dengan adanya kesepatatan ini diharapkan tidak akan terjadi perselisihan antar perguruan silat di kemudian hari” tegas AKP Rohadi Kapolsek Gandusari.


Sumber : Polres Trenggalek