Aiptu Gatot Sampaikan Pesan Kerukunan Umat Beragama

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Yatmono warga Dusun Krajan, Desa Karanganyar, Kecamatan Pule menjadi tempat kegiatan Bhabinkamtibmas dalam menyampaikan pesan Kamtibmas, Sabtu (17/6).

Dengan memberikan himbauan kerukunan umat beragama di desa binaanya agar tercipta kerukunan dan ketentraman, Menjadi tema Bhabinkamtibmas Desa Karanganyar Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Gatot dalam pembinaanya.

Kalau perkembangan situasi SARA di dunia digemparkan dengan kejadian di Marawi Filipina, Yang menjadi akar masalah merupakan faktor agama. Di wilayah tempat penugasan Bhabinkamtibmas Aiptu Gatot lain lagi situasinya, Keadaan yang aman serta jauh dar konflik agama akan dirasakan di Desa Karanganyar. Dengan penduduk yang mayoritas muslim ini, Terlihat khusuknya dalam melaksanakan ibadah dibulan puasa. Hal ini dapat dilihat saat pelaksanaan ibadah pada malam hari, Saat pelaksanaan ibadah sholat taraweh masjid dan mushola yang ada penuh dengan kehadiran jamaah.

“Meskipun situasi yang aman dan kondusif, Masyarakat harus saling menjaga kerukunan dalam pelaksanaan ibadah. Jangan ada yang komentar salah satu keyakinan dengan keyakinan yang dimiliki aliran lain dalam pelaksanaan ibadah. Kita harus bisa berfikir secara bijak, Inti dalam pelaksanaan ibadah adalah menyembah kepada tuhan. Jadi kerukunan harus kita prioritaskan dalam pelaksanaan beribadah,” Kata Aiptu Gatot saat menyampaikan kepada warga binaanya di desa Karanganyar.

Dalam kerukunan beragama, Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan masyarakatnya untuk hidup rukun. Sebab kerukunan merupakan salah satu pilar penting dalam memelihara persatuan rakyat dan bangsa Indonesia. Tanpa terwujudnya kerukunan diantara berbagai suku, Agama, Ras dan antar Golongan bangsa Indonesia akan mudah terancam oleh perpecahan dengan segala akibatnya yang tidak diinginkan.

Kerukunan dapat diartikan sebagai kondisi hidup dan kehidupan yang mencerminkan suasana damai, tertib, tentram, sejahtera, hormat menghormati, harga menghargai, tenggang rasa, gotong royong sesuai dengan ajaran agama dan kepribadian pancasila.


Sumber : Polres Trenggalek