Tim MWC NU Safari Ramadhan Bersama Kapolsek Karangan, Upaya Meningkatkan Ukuwah Islamiyah

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Guna menjalin kebersamaan melalua silaturahmi dengan tokoh agama, alim ulama dan masyarakat Desa Sumberingin, Kapolsek Karangan AKP Sutrisno, S.H. bersama Tim MWC NU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Kecamatan Karangan melaksanakan Safari Ramadhan di Mushola Darun Najah  Desa Sumberingin, RT.12, RW.21, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, yang dihadiri segenap warga Desa Sumberingin dan terutama warga sekitar Mushola Darun Najah, Jumat (09/06).

Kegiatan Safari Ramadhan ini dilaksanakan setiap hari keliling Masjid atau Mushola secara bergiliran satu desa satu tempat yang rencanya dari 12 desa sekecamatan Karangan akan di kunjungi oleh Tim Safari.

Agenda Safari di Mushola Darun Najah ini diisi dengan rangkaian kegiatan sembahyang Isya, taraweh dan witir dengan Imam KH. Yasin. Kemudian diisi dengan sambutan dan tauziah. Sambutan diantaranya disampaiakan oleh Kapolsek Karangan, Polres Trenggalek AKP Sutrisno, S.H.

“ Pada kesempatan bulan suci Ramadhan kami mengajak kepada kita semua mari kita tingkatkan kerukunan antar umat dan mari kita tingkatkan ukuwah islamiah agar tercipta suasana guyub rukaun, aman dan sejahtera. Kemudian dalam bulan suci ramadhan ini mari kita banyak – banyak beramal sholeh untuk kebaikan yang bisa memberi manfaat kepada orang lain,” tutur AKP Sutrisno, S.H. 

Kapolsek dihadapan jamaah di Mushola Darun Najah menuturkan bahwa wilayah Kecamatan Karangan saat ini dalam kedaan aman dan kondusif, oleh karena itu mengajak agar kita bisa menjaga diri kita sendiri agar terhindar dari kemungkinan orang lain berbuat jahat, jadilah Polisi untuk diri kita sendiri.

“Kalau diantara kita sudah bisa menjaga diri dari bahaya kejahatan insya’ Allah lingkungan akan aman juga secara umum,” tegas Kapolsek

Selanjutnya menghimbau untuk menjaga ketenangan didalam bulan ramadhan ini jangan membunyikan petasanatau mrecon, kemudian kalau melakukan ronda membangunkan orang untuk makan saur jangan memakai pengeres suara yang bisa membuat gaduh sedangkan warga masih perlu istirahat palagi jam 02.00 WIB sudah mulai bergerak. Dan satu lagi jangan menaikkan balon udara yang ada apinya karena balon tersebut kalau jatuh disembarang tempat bisa menimbulkan kebakaran.

Kapolsek menyampaiakan bahwa akhir – akhir ini marak isu intoleransi yang berkembang yang menyangkut sara (suku, agama dan ras). Dan banayak hembusan suara atau isu bahwa Polisi anti Ulama, isu suka mengkriminaliasikan para Kyai dan macam – macam isu miring untuk menjatuhkan kredibilitas Polri. Usu ini tidak benar tau hoax.

“Mari kita berpikir yang jernih untuk menyikapi suatu permasalahan jangan perpikir sepihak sehingga keadilan tidak tercapai, mari semua permasalahan diselesaikan dengan musyawarah namun kalau ada pelanggaran hukum diselesaikan melaluli jarur hukum yaitu melalui pengadilan,” terang AKP Sutrisno.

Coba kita bayangkan bagaiaman kalau kita tidak bertindak tegas apabila ada orang yang melanggar hukum  kita biarkan begitu saja, negara akan menjadi kacau. Lebih – lebih misalnya ada sekelompok orang yang akan mengganti dasar negara kita Pancasila diganti dengan sistem khilafah, kita harus bertindak tegas,” terang AKP Sutrisno.

Ditambahkan Kapolsek bahwa sekarang marak adanya persekusi, yaitu adanya orang atau sekelompok orang sengaja memburu korban yang dianggap bertentangan atau menghina kelompoknya melalui media sosial. Kelompok tersebut bertindak menghakimi sendiri sepertinya pengadilan jalanan yang sangat meresahkan masyarakat.

“Masyarakat Jangan main hakim sendiri kalau ada permasalahan tentang ujaran kebencian atau merasa dihina melalu media sosial maka lapor saja ke Polisi, kami yang akan segera menindak lanjuti,” pungkas AKP Sutrisno, S.H.


Sumber : Polres Trenggalek