Kapolsek Karangan Bersama Tim MWC NU Safari Taraweh Di Masjid Mabaul Huda Sumber

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Demi menjalin kebersamaan dan silaturahmi dengan tokoh agama, alim ulama dan masyarakat Desa Sumber. Kapolsek Karangan AKP Sutrisno, S.H. bersama Tim MWC NU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Kecamatan Karangan melaksanakan Safari sembahyang Taraweh di Masjid Mabaul Huda Desa Sumber, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, yang dihadiri segenap warga Desa Sumber terutama sekitar masjid, Rabu (07/06).

Selama bulan suci Ramadhan Kapolsek Karangan melaksanakan berbagai kegiatan seperti buka bersama, kuliah subuh di Masjid dan kali ini Safari Sembahyang Taraweh. Berbagai kegiatan dilakasanakan guna membangun kemitraan dan menjalin silaturahmi, agar interaksi ini bisamembuahkan ahasil demi mewujudkan keteduhan, kerukunan, ketertiban dan keamanan di dalam kehidupan masyarakat.

“Dalam bulan suci ramadhan ini mari kita banyak – banyak beramal sholeh untuk kebaikan dan bisa memberi manfaat kepada orang lain semampu kita,” tutur AKP Sutrisno, S.H. disela – sela safari ramadhan setelah selesai sembahyang taraweh.

Dalam kesempatan yang diberikan panitiya safari, Kapolsek memberikan sambutan dihadapan pengunjung Masjid Mabaul Huda mengajak dan memberikan himbahuan tentang pentingnya menjaga kerukunan, keamanan dan ketertiban di di dalam kehidupan bermasyarakat.

“Untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan mari kita saling ingat mengingatkan untuk berlaku tertib, tertib hukum, tertib norma kehidupa. Misalnya saat ini di dalam suasana bulan ramadhan kami menghimbau jangan menjual dan membunyikan petasan atau mrecon, apabila melaksanakan ronda makan sahur jangan menggunakan soud sistem yang dapat mengganggu orang yang sedang istirahat kemudian yang tidak kalah penting biasanya dalam menyambut hari raya Idul Fitri banyak yang menaikkan balon udara yang didalamnya ada apinya yang menyala, hal ini tidak diperbolehkan karena apabila balon tersebut turun atau jatuh bisa menimbulkan kebakaran. Tahun lalu pernah terjadi kebakaran kebun tebu dan kebakaran rumah,” himbau AKP Sutrisno, S.H.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaiakan bahwa akhir – akhir ini marak isu intoleransi yang berkembang yang menyangkut sara (suku, agama dan ras). Dan banayak hembusan suara atau isu bahwa Polisi anti Ulama, isu suka mengkriminaliasikan para Kyai dan macam – macam isu miring untuk menjatuhkan kredibilitas Polri.

“Bapak/ ibu sekalian bayangkan bagaiaman kalau kita tidak bertindak tegas apabila ada orang yang melanggar hukum atau kita biarkan biarkan begitu saja, negara akan menjadi kacau. Lebih – lebih misalnya ada sekelompok orang yang akan mengganti dasar negara kita Pancasila diganti dengan sistem khilafah, kita harus bertindak tegas,” terang AKP Sutrisno.

Negara kita terdiri bermacam – macam suku bangsa, bahasa, budaya dan agama, untuk menciptakan kerukunan dan perdamaian mari kita saling menghormati, saling bertoleransi. Mari kita jaga kesatuan dan persatuan bangsa ini, hilangkan sifat egosentris. Mari kita jaga kebenekaan tunggal ikaan ini demi tegaknya negara kesatuan Indonesia yang berdasarkan UUD – RI 1945 dan Pancasila.


Sumber : Polres Trenggalek