Tangkal Paham Radikalisme dan Intoleransi, Kapolsek Karangan Beri Kuliah Subuh Di Masjid Al Istikomah

 Polres Trenggalek

Polres trenggalek – Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang upaya menangkal paham radikalisme dan Inteleransi yang akhir – akhir ini ramai pemberitaanya di media sosial. Kapolsek Karangan, Polres Trenggalek AKP Sutrisno, S,H. Memberikan kuliah subuh/ penyuluhan setelah selesai sembahyang subuh berjamaah di Masjid Al Istikomah dihadapan santri dan warga masyarakat sekitar Masjid Al Istikomah, Selasa (06/06).

“Saat ini marak berkembang isu intoleransi yang  menyangkut sara (suku, ras dan agama) dan juga banyak hembusan suara bahwa Polisi diisukan anti ulamak, diisukan suka mengkriminalisasi para Kyai dan macam – macam isu untuk menjatuhkan kredibilitas Polisi,” tutur AKP Sutrisno, S.H.

Lebih lanjut diterangkan bagaiamana jadinya kalau ada orang yang jelas melanggar hukum kemudian polisi tidak bertindak tegas untuk menegakkan hukumm itusendiri, maka tentu demi keadilan polisi akan menindak siapapun yang melanggar hukum sesuai dengan kaidah – kaidah hukum itu sendiri. Misalnya ada sekelompok orang yang akan mengganti Pancasila atau akan dibuat model khilafah, tentu ini tidak sesuai dengan dasar negara yang telah di sepakati oleh pendiri Republik ini yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dasar Pancasila dan UUD 45.

Kapolsek Karangan memberikan pemahaman, bahwa radikalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa dia ataupun kelompoknya adalah yang paling benar, sedangkan orang lain atau kelompok lain yang berbeda atau tidak sependapat dengan dia dianggap musuhnya.

Paham ini kerap dianut oleh kelompok garis keras yang bertentangan atau berbeda dengannya dianggap musuh dan tidak ada kompromi. Hal ini kalau dibiarkan lambat laun akan meresahkan masyarakat dan bisa merong – rong kewibawaan peperintah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saudara – saudaraku umat muslim yang saya cintai, alangkah indahnya kita hidup berdampingan saling bertolertansi, saling bergotong royong  dalam suatu masyarakat  dengan guyub rukuna saling hormat – menghormati, saling menghargai tidak membedakan kaya atau miskin, pejabat atau rakyat bias mari kita samakan bahwa kita adalah saudara, kita adalah sama di mata Allah sebagai pencipta alam semesta ini”, tutur Kapolsek Karangan AKP Sutrisno,S.H.

Lebih lanjut menuturkan bahwa negara kita bermacam – macam suku bangsa, bahasa, budaya, agama mari kita ciptakan rasa persaudaraan yaitu saudara sebangsa Indonesia, mari kita cegah intoleransi yang bisa memecah belah persatuan kita. Kita tumbuhkan sifat kegotong royongan, jaga kebhinekaan, jaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Hilangkan sifat egosentris, mari kita membangun Negara Republik Indonesia dan Pancasila sebagai pedoman kita,” tutur Kapolsek.


Sumber : Polres Trenggalek