Kapolsek Tugu Ikut Hadiri Dan Berikan Sambutan Di Pengajian Ahad Pagi

 Polres Trenggalek

Polres Trenggalek  – Kapolsek Tugu Bapak Iptu Bambang Purwanto, SH, MH beserta muspika dan pimpinan organisasi keagamaan hadiri pengajian Ahad Pagi. Dalam kesempatan tersebut Iptu Bambang Purwanto, SH,MH juga memberikan sambutan. Bertempat di Halaman Mts Muhammadiyah 3 Tugu Desa Gondang Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek, pelaksanaan Pengajian Ahad Pagi bersama pimpinan daerah Muhammadiyah Trenggalek berlangsung dengan khidmat.Minggu (4/6)

Hadir dalam acara tersebut Ustadz Miftahul Khoir, S.Kom, M.Pd selaku Wakil Dewan Tabliq Muhammadiyah wilayah Jatim, Pengurus daerah Muhammadiyah Kabupaten Trenggalek, Muspika Kecamatan Tugu, Kepala KUA Tugu, Ketua ranting Muhammadiyah se Kecamatan Tugu, Ketua ranting Aisiyah se Kecamatan Tugu dan tamu undangan sekaligus warga Muhammadiyah berjumlah 500 orang. Penyampaian sambutan dilakukan mulai dari ketua panitia, Kapolsek Tugu, dan ceramah dari Ustadz Miftahul Khoir, S.Kom, M.Pd. Adapun inti dari sambungan ketua pelaksana adalah ucapan terimakasih kepada hadirin yang datang serta penyampaian kordinasi antar lembaga. Berikutnya sambutan dari Kapolsek Tugu yang menyampaikan kondisi Keamanan dan ketertiban masyarakat pada Bulan Ramadhan. Ada himbauan tentang dilarangnya menggunakan petasan, menaikan balon udara, dan ronda malam menggunakan sound yang keras. Selain itu Iptu Bambang Purwanto, SH,MH juga menyampaikan himbauan dari Kapolres Trenggalek tentang masalah Kamtibmas pada saat bulan Ramadhan. “Ciptakan suasana sejuk dan nyaman untuk menjaga kekhusukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan ramadhan” tegas Iptu Bambang Purwanto SH, MH dalam sepenggal sambutannya kepada hadirin pengajian. Jika segala peraturan dilaksanakan dan larangan juga dihindari maka Bulan Suci Ramadhan menjadi sangat aman dan nyaman untuk seluruh masyarakat.

Selanjutnya untuk inti ceramah dari Ustadz Miftahul Khoir, S.Kom, M.Pd menyampaikan tentang kondisi Indonesia pada saat ini yang aman namun penuh dengan tantangan. Tantangan dari paham komunisme dan paham liberal yang menganggap semua agama sama. Selain itu tantangan dari luar yaitu banyaknya paham yang mempengaruhi pemikiran warga Indonesia untuk berbuat negatif. Dengan demikian pimpinan politik dan masyarakat tidak boleh meninggalkan Al Qur’an dan juga Hadits.


Sumber : Polres Trenggalek